Dukungan Teknologi dalam Meningkatkan Sistem Kedelai Lokal

posted in: Informasi | 1

Kebutuhan kedelai nasional oleh masyarakat Indonesai saat ini telah mencapai sebesar 2,55 juta ton hampir sebagian besar dipergunakan untuk produksi tempe 60%, tahu 30 % dan sisanya dipergunakan untuk produk olahan yang lainnya seperti kecap, susu kedelai, dsb. Sektor Usaha Kecil Menengah yang mengolah kedelai menjadi tahu tempe di Indonesiapun mencapai angka 115.000 hingga 125.000 lebih. UKM ini melibatkan dan memberikan nafkah 2,5 hingga 3 juta orang. Angka yang sangat tinggi ini menunjukkan betapa pentingnya peran kedelai dalam menunjang produksi pangan tahu dan tempe yang hampir sebagian besar masyarakat familiar dengan ini. Konsumsi tempe pun ditingkat perkapita penduduk di Indonesia sebesar 7 Kg / tahunnya dan tahu sebesar 6,6 kg/tahunnya.

Perlindungan petani terhadap produk pasca panen kedelai dapat diterapkan dengan berbagai upaya, salah satunya :

  1. Upaya proteksi harga dan subsidi ke petani melalui Kebijakan Pemerintah.Dalam hal ini peran Bulog untuk komoditi dapat dilakukan di masing masing daerah untuk membeli kedelai petani ditingkat Harga Pokok Produksi. Dengan demikian, penentuan HPP oleh Pemerintah akan dapat diterapkan dilapangan, petani mendapatkan harga jual yang minimumnya sama dengan HPP.
  2. Upaya Masyarakat untuk disadarkan pentingnya memilih produk pangan dari bahan baku kedelai lokal dibandingkan dengan produk pangan dari bahan baku kedelai import. Kedelai lokal ukuran biji besar yang sama bahkan sedikit lebih besar dari kedelai import seperti varietas Grobogan, Anjasmoro, burangrang bersifat non modifikasi genetik ( non-GMO/ Genetically Modified Organism), warnanya lebih cerah dan lebih aman untuk konsumsi pangan.
  3. Menggalakkan penguatan produksi kedelai tidak hanya ditingkat on farm namun juga pada tingkat off farm di kelompok usaha tani dan masyarakat petani kedelai. Proses produksi pengolahan kedelai misalnya saat dijadikan tahu dan tempe di masyarakat saat ini cenderung kurang higienitasnya dari sisi pekerja yang mengolah, penggunaan peralatan dan penanganan limbah seperti limbah tahu yang kalau tidak diperhatikan akan menimbulkan bau dan keresahan masyarakat disekitarnya. Salah satu produk olahan kedelai warisan budaya adalah Tempe yang di akui oleh Dunia. Kita tidak menginginkan, tempe yang dirujuk oleh dunia ini, nantinya justru produksinya sangat bergantung pada import seperti yang terjadi saat ini.

 

Pasca panen kedelai lokal petani sangat memerlukan sistem pengendalian untuk dapat menjaga ketersediaan produk. Hal yang menjadi kendala dilapangan sehingga ketersediaan kedelai lokal tidak dapat terjadi adalah tidak adanya sistem yang mengendalikan pola ketersediaan dari penanganan pasca panen, penyimpanan digudang hingga pengiriman ke konsumen dan pelaku industri.A� Dengan demikian kekawatiran dari berbagai pihak pelaku industri akan tidak adanya ketersediaan kedelai lokal secara kontinyu tidak perlu lagi menjadi kekawatiran yang berlebihan.

Dukungan Teknologi dalam menunjang pemberdayaan dan penguatan Sistem Kedelai Lokal dipetani seperti diperlihatkan dalam diagram supply chain sistem kedelai berikut:

model sistem kedelai 1model sistem kedelai 2

 

Untuk membangun sebuah sistem kontrol ketersediaan pasok kedelai pasca panen diperlukan adanya sebuah sistematisasi managerial. Bagian paling penting adalah rantai pasok pasca panen kedelai lokal yang diharap dapat mengendalikan ketersediaan di lapangan dan mengatur harga serta menciptakan standarisasi sebelum kedelai sampai ke pembeli (end user). Dalam menciptakan harga beli konsumen yang baik maka perlu dibuatkan mekanisme penjualan langsung (direct selling) kepada pelaku industri pengolahan kedelai maupun kebutuhan rumah tangga. Sistem Informasi Supply Chain Pasca Panen Kedelai mengatur lalu lintas dari barang masuk hingga barang sampai ke tangan konsumen. Tahapan pengendalian tidak hanya terjadi pasca panen namun juga kepada petani yang diposisikan sebagai mitra.

 

Dr. Atris Suyantohadi, STP, MT

1. Founder of Attempe – Yogyakarta

2. Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada

 

  1. Hosting

    Langkah-langkah yang praktis dan nyata dalam memberdayakan para petani , penerapan teknologi tepat guna serta kemampuan untuk memcahkan masalah-masalah yang dihadapi.

Leave a Reply